Dari waktu ke waktu terus berkembang dan bermunculan model-model
baru pemasaran via internet atau internet marketing. Namun secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa jenis
seperti berikut ini, yang betul-betul bisa menghasilkan uang secara
sehat :
1. Sell Your Own Product (Menjual Produk Sendiri)
Ini adalah model bisnis online berupa menjual produk milik kita
sendiri, baik itu produk yang kita produksi sendiri maupun produk orang
lain yang kita jual. Ini merupakan kategori yang paling populer dan
diminati hingga sekarang, dan jenis inilah yang akan kita bahas secara
khusus di ebook ini.
Untuk jenis produknya bisa beraneka ragam, yang secara umum terbagi ke dalam dua kategori :
- Produk Fisik, seperti produk elektronik, busana, mainan, buku, makanan dan lain-lain. Semuanya biasa ditawarkan melalui website atau blog pribadi, toko online pribadi, atau menumpang di web-web besar yang sudah tersedia, seperti tokobagus.com, berniaga.com, kaskus dan lain-lain.
Pengiriman produk barang biasanya dilakukan dengan menggunakan jasa delivery.
- Produk Digital, seperti ebook, software, video tutorial, informasi, data, dan sebagainya.
Pengiriman produk digital jauh lebih sederhana dan tidak membutuhkan
jasa delivery, karena barang yang dikirim hanya berupa file digital yang
bisa didownload secara langsung dari website penjual ke komputer
pembeli, atau dikirim via email, atau sarana apa pun yang memudahkan
proses pengiriman produk digital tersebut. Namun pengiriman produk
digital terkadang juga menggunakan jasa delivery, ketika customer enggan
untuk mendownload, yakni dengan menggunakan media CD, DVD atau bahkan
flashdisk.
2. Sell Your Own Services (Menjual Jasa/Pelayanan)
Sell Your Own Service adalah model Internet Marketing dengan
menjual service alias jasa melalui internet. Umumnya yang melakukan
bisnis kategori ini adalah mereka yang memiliki keahlian tertentu yang
dibutuhkan banyak orang. Contoh bisnis kategori ini adalah :
- Jasa Pembuatan Website
- Jasa Desain Banner/Logo
- Jasa Pembuatan Animasi
- Jasa Pembuatan Artikel/Tulisan
- Jasa SEO (Search Engine Optimization)
- Jasa Translation (Penerjemahan)
- Jasa Pembuatan Software
- Jasa Pemasangan Iklan
- dan masih banyak lagi.
3. Affiliate Marketing (Menjadi Afiliasi/Reseller dari Produk Orang Lain)
Affiliate Marketing merupakan bisnis online
yang cukup menarik juga, dan cocok bagi yang belum punya produk
sendiri. Disini tugas pebisnis (yang biasa disebut affiliate/reseller) hanya menjual atau mereferensikan produk atau jasa suatu perusahaan (yang biasa disebut merchant)
dengan kompensasi komisi. Jumlah prosentase kompensasi komisi yang
didapat sangat beragam, tergantung kebijakan dari perusahaan penyedia
produk itu sendiri.
Secara garis besar, Affiliate Marketing terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yakni:
- Pay Per Sale (PPS). Disini merchant (penyedia produk) akan memberikan kompensasi kepada affiliate/reseller sesuai dengan persentase yang disepakati setiap kali terjadi penjualan. Contoh beberapa merchant besar yang meng-affiliate-kan produknya adalah Amazon, ClickBank, Ebay, dll.
- Pay Per Lead (PPL), Cost Per Action (CPA) atau Pay Per Action. Pada bisnis ini, merchant akan memberikan kompensasi kepada affiliate berdasarkan data prospek yang dimasukkan. Jumlah prosentase komisi yang didapat tentu jauh lebih kecil dari PPS.
- Pay Per Click (PPC). Model bisnis ini memberikan kompensasi kepada affiliate untuk setiap klik dari website milik affiliate ke website milik merchant. Dalam model bisnis ini, affiliate biasa disebut sebagai publisher dan merchan biasa disebut advertiser. Contoh dari model bisnis ini adalah Google Adsense dan Adbrite. Di Indonesia, saat ini ada yang namanya AdsenseCamp.Com.
4. Contextual Advertising (Iklan Kontekstual)
Contextual Advertising merupakan satu usaha yang
dilakukan agar konten isi website menarik. Hal ini sangat penting sebab
dengan memiliki blog yang memiliki konten menarik dan berkualitas maka
akan banyak visitor yang datang untuk membacanya. Penghasilan yang
diperoleh adalah dari para pemasang iklan text, banner
atau video yang relevan dengan isi website. Misalnya kita memiliki
website otomotif, maka iklan yang muncul adalah yang berhubungan dengan
dunia otomotif.
5. Site Flipping (Jual Beli Website)
Site Flipping merupakan istilah lain dari jual beli website/situs. Dalam kegiatan transaksi bisnis site flipping,
objek yang diperjualbelikan adalah website atau situs web. Berapa pun
nilainya, setiap website pasti memiliki harga. Dalam metode bisnis ini,
biasanya buyer akan membeli website yang memiliki rating rendah
kemudian ia besarkan dan tingkatkan, kemudian dijual kembali, tentunya
dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar